Pengertian Ilmu Alamiah Dasar
Menurut saya Ilmu alamiah atau biasa disebut dengan ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta termasuk dimuka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip.
Perkembangan Alam Pikiran Manusia
a. Mitos
Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi oleh para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (khayangan) pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Mitos juga disebut Mitologi, yang kadang diartikan Mitologi adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan bertalian dengan terjadinya tempat, alam semesta, para dewa, adat istiadat, dan konsep dongeng suci. Jadi, mitos adalah cerita tentang asal-usul alam semesta, manusia, atau bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti yang dalam. Mitos juga mengisahkan petualangan para dewa, kisah percintaan mereka, kisah perang mereka dan sebagainya.
Contoh Mitos:
1. Cerita terjadinya mado-mado atau marga di Nias (Sumatra Utara)
2. Cerita barong di Bali.
3. Cerita pemindahan Gunung Suci Mahameru di India oleh para dewa ke Gunung Semeru yang dianggap suci oleh orang Jawa dan Bali.
4. Cerita Nyai Roro Kidul (Ratu Laut Selatan)
5. Cerita Joko Tarub
6. Cerita Dewi Nawangwulan
b. Legenda
Legenda merupakan cerita prosa rakyat yang mirip dengan mite yaitu dianggap benar-benar terjadi tetapi tidak dianggap suci dan oleh yang empu-nya cerita sebagai suatu yang benar-benar terjadi dan juga telah dibumbui dengan keajaiban, kesaktian dan keistimewaan tokohnya. Berbeda dengan mite, legenda di tokohi oleh manusia ada kalanya memupunyai sifat-sifat luar biasa dan sering kali juga dihubungkan dengan makhluk ajaib. Peristiwa bersifat sekuler ( keduniawian ) dan sering dipandang sebagai sejarah kolektif. Oleh karena itu legenda sering kali dipandang sebagai “ sejarah ” kolektif ( folkstory ). Walaupun demikian, karena tidak tertulis maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga seringkali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah maka legenda harus bersih dari unsur-unsur yang mengandung sifat-sifat folklor.
Contoh Legenda:
1. Legenda Keagamaan. Di dalam legenda keagamaan tentu menceritakan tentang suatu kisah tentang agama tertentu.
Contoh : Kisah Wali Sunan Kalijaga
2. Legenda Kegaiban. Legenda kegaiban menceritakan tentang sebuah kepercayaan pada alam ghaib.
Contoh : Kisah Nyi Roro Kidul, Sang Penguasa Pantai Selatan
3. Legenda Perseorangan. Legenda perseorangan menceritakan sebuah kisah tentang tokoh tertentu.
Contoh : Legenda Si Pitung
4. Legenda Lokal. Legenda ini menceritakan tentang sebuah kisah tentang terjadinya suatu tempat misalnya gunung, bukit, danau dan lain-lain.
Contoh : Legenda Gunung Tangkuban Perahu
c. Cerita Rakyat
Cerita rakyat merupakan cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas disetiap bangsa yang mempunyai kultur budaya yang beraneka ragam yang mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Pada umumnya cerita rakyat ini mengisahkan mengenai suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia dan dewa.
Contoh Cerita Rakyat:
1. Cerita Asal-Usul Dunia Tumbuh-Tumbuhan
Contoh :
1. Padi bermula daro Dewi Sri
2. Gadun beracun karena dipanah oleh pohon jagung menggunakan anak panah yang beracun.
3. Tandan jagung berlubang karena ditombak oleh pohon gandung.
4. Pohon mata lembu seperti rusak kulitnya karena melihat pertarungan antara pohon jagung dan pohon gadung terlalu dekat.
2. Cerita Asal-Usul Binatang
Contoh :
1. Sapi bergelambir karena sewaktu ia mandi bajunya tertukar dengan baju kerbau yang besar.
2. Darah ikan mas memiliki warna darah seperti darah manusia karena asal mula ikan mas ialah manusia.
3. Cerita Asal-Usul Terjadinya Konon Tempat
Contoh :
1. Nama gunung tengger konon diambil dari sepasang suami istri yang bernama Rar Anteng dan Joko Seger.
2. Gunung Tangkuban Perahu di Bandung Utara konon berasal dari perahu milik sangkuriang. Karena ia murka perahu itu ditendangnya hingga tertelungkup dan berubah menjadi sebuah gunung yang kemudian dikenal sebagai Gunung Tangkuban Perahu.
Bagaimana Cara Manusia Memperoleh Pengetahuan?
1. Pengalaman Inderawi ( Sense experience ) : sarana paling vital dalam memperoleh pengetahuan. Melalui indera-indera kita dapat berhubungan dengan berbagai macam obyek di luar diri kita. Kesalahan bisa terjadi kalau tidak ada ketidakharmonisan dalam semua peralatan indera itu.
2. Penalaran ( reasoning ) : Penalaran merupakan karya akal yang menggabungkan dua pemikiran atau lebih untuk memperoleh pengetahuan baru.
3. Otoritas ( authority ) : kewibawaan atau kekuasaan yang sah yang dimiliki seseorang dan diakui oleh kelompoknya. Ia dilihat sebagai salah satu sumber pengetahuan karena kelompoknya memiliki pengetahuan melalui seseorang yang memiliki kewibawaan dalam pengetahuannya.
4. Intuisi ( Intution ) : Pengetahuan intuisi tidak dapat dibuktikan seketika atau lewat kenyataan karena tidak ada pengetahuan yang mendahuluinya.
5. Wahyu ( Revelation ) : Pengetahuan yang diperoleh dari yang Ilahi lewat para nabi dan utusan-Nya demi kepentingan umat-Nya. Dasar pengetahuan adalah kepercayaan akan sesuatu yang disampaikan oleh sumber wahyu itu sendiri. Dari kepercayaan ini muncul keyakinan.
6. Keyakinan ( faith ) : Keyakinan mendasarkan diri pada dogma-dogma atau ajaran-ajaran agama yang diungkapkan lewat norma-norma dan aturan-aturan agama.
Akal sehat dan cara coba-coba mempunyai peranan penting bagi manusia untuk menemukan penjelasan mengenai berbagai gejala alam. Tiap peradaban betapapun primitifnya mempunyai kumpulan pengetahuan yang berupa akal sehat sebagai pengetahuan yang diperoleh lewat pengalaman secara tidak sengaja yang bersifat sporadis dan kebetulan.
Bagaimana Manusia Begitu Mudah Menerima Mitos Akibat Keterbatasan Penalaran dan Keinginan Untuk Sementara dapat Terjawab?
1. Keterbatasan pengetahuan manusia, pada umunya manusia memperoleh informasi dari cerita orang yang mengetahui akan suatu hal. Kemudian hal ini bepindah telinga kepada manusia yang lain. yang menjadi masalah adalah kebenaran tentang informasi atau pengetahuan yang muncul dan telah menyebar tersebut.
2. Keterbatasan manusia dalam menalarkan sesuatu,ini dikarenakan kemampuan berpikir manusia pada saat itu masih latih. Sehingga pemikiran yan dihasilkan dapat benar dan dapat pula salah.
3. Keingintahuan manusia yang telah terpenuhi untuk sementara, mengadung pengertian bahwa ketika manusia tlah mampu menalarkan sedikit hal yang ada dalam pikirannya maka disitulah letak kepuasan manusia yang diterimanya secara intuisi.
4. Keterbatasan alat indera manusia, selain beberapa hal diatas keterbatasan manusia terhadap bagaimana Ia menggunakan alat inderanay masih terbatas sehingga jangkauan yang sangat detail dalam suatu penciptaan hal yang baru masih bisa diragukan.
METODE ILMIAH
Bagaimana Cara Memperoleh Pengetahuan yang Tidak Ilmiah dengan yang Ilmiah?
Pengetahuan dapat diperoleh kebenarannya dari dua pendekatan, yaitu pendekatan non-ilmiah dan ilmiah. Pada pendekatan non ilmiah ada beberapa pendekatan yakni akal sehat, intuisi, prasangka, penemuan dan coba-coba dan pikiran kritis.
1. Akal sehat
Menurut Conant yang dikutip Kerlinger (1973, h. 3) akal sehat adalah serangkaian konsep dan bagian konseptual yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Konsep merupakan kata yang dinyatakan abstrak dan dapat digeneralisasikan kepada hal-hal yang khusus. Akal sehat ini dapat menunjukan hal yang benar, walaupun disisi lainnya dapat pula menyesatkan.
2. Intuisi
Intuisi adalah penilaian terhadap suatu pengetahuan yang cukup cepat dan berjalan dengan sendirinya. Biasanya didapat dengan cepat tanpa melalui proses yang panjang tanpa disadari. Dalam pendekatan ini tidak terdapat hal yang sistemik.
3. Prasangka
Pengetahuan yang dicapai secara akal sehat biasanya diikuti dengan kepentingan orang yang melakukannya kemudian membuat orang mengumumkan hal yang khusus menjadi terlalu luas. Dan menyebabkan akal sehat ini berubah menjadi sebuah prasangka.
4. Penemuan coba-coba
Pengetahuan yang ditemukan dengan pendekatan ini tidak terkontrol dan tidak pasti. Diawali dengan usaha coba-coba atau dapat dikatakan trial and error. Dilakukan dengan tidak kesengajaan yang menghasilkan sebuah pengetahuan dan setiap cara pemecahan masalahnya tidak selalu sama. Sebagai contoh seorang anak yang mencoba meraba-raba dinding kemudian tidak sengaja menekan saklar lampu dan lampu itu menyala kemudian anak tersebut terperangah akan hal yang ditemukannya. Dan anak tersebut pun mengulangi hal yang tadi ia lakukan hingga ia mendapatkan jawaban yang pasti akan hal tersebut.
5. Pikiran Kritis
Pikiran kritis ini biasa didapat dari orang yang sudah mengenyam pendidikan formal yang tinggi sehingga banyak dipercaya benar oleh orang lain, walaupun tidak semuanya benar karena pendapat tersebut tidak semuanya melalui percobaan yang pasti, terkadang pendapatnya hanya didapatkan melalui pikiran yang logis.
6. Pendekatan Ilmiah
Pendekatan ilmiah adalah pengetahuan yang didapatkan melalui percobaan yang terstruktur dan dikontrol oleh data-data empiris. Percobaan ini dibangun diatas teori-teori terdahulu sehingga ditemukan pembenaran-pembenaran atau perbaikan-perbaikan atas teori sebelumnya. Dan dapat diuji kembali oleh siapa saja yang ingin memastikan kebenarannya.
Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah
a. Perumusan Masalah
Yang dimaksud dengan masalah disini adalah merupakan pertanyaan apa mengapa ataupun bagaimana tentang obyek yang diteliti.
b. Penyusunan Hipotesis
Yang dimaksud dengan hipotesis adalah suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan-kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang telah ditetapkan dengan kata lain, hipotesis merupakan dugaan tertentu didukung oleh pengetahuan yang ada.
c. Pengujian Hipotesis
Yaitu berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlibatkan apakah fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak. Fakta-fakta yang diperoleh melalui pengamatan langsung dengan mata atau melalui telescope atau dapat juga melalui uji coba atau eksperimen.
d. Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan ini didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta-fakta (data) untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan itu diterima atau tidak.
Keunggulan dan Keterbatasan serta Peranan Metode Ilmiah dalam Perkembangan Ilmu pengetahuan
a. Keterbatasan
Dengan metode ilmiah dapat dihasilkan ilmu atau pengetahuan yang ilmiah. Dalam pengujian hipotesis, diperlukan data. Data ini berasal dari pengamatan yang dilakukan oleh panca indera. Kita mengetahui bahwa panca indera mempunyai keterbatasan untuk menangkap suatu fakta. Dengan demikian maka data yang terkumpul juga tidak sesuai dengan yang sebenarnya.
Kesimpulan yang diambil berdasarkan data tidak benar, tentu saja tidak akan benar. Jadi, peluang terjadinya keliruan suatu kesimpulan yang diambil berdasarkan metode ilmiah tetap ada. Oleh karena itu semua kesimpulan ilmiah, atau kebenaran ilmu bersifat tentatif, artinya kesimpulan itu dianggap benar selama belum ada kebenaran ilmu yang dapat menolak kesimpulan itu.
Sedangkan kesimpulan ilmiah yang dapat menolak kesimpulan ilmiah yang terdahulu, menjadi kebenaran ilmu yang baru. Keterbatasan lain yaitu tidak menjangkau untuk membuat kesimpulan yang bersangkutan dengan baik dan buruk atau sistem nilai, tentang seni dan keindahan, dan juga tidak dapat menjangkau untuk menguji adanya Tuhan.
b. Keunggulan
Ciri ilmiah yaitu objektif, metodik, sistematik dan berlaku umum oleh karena itu orang akan terbimbing sedemikian hingga padanya terkembang suatu sikap ilmiah. Sikap iliah yaitu:
1. Mencintai kebenaran yang objektif, dan bersifat adil
2. Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak absolut
3. Tidak percaya pada takhyul, astrologi maupun untung-untungan
4. Ingin tahu lebih banyak
5. Tidak berfikir secara prasangka
6. Tidak percaya begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa adanya bukti-bukti yang nyata
7. Optimis, teliti dan berani menyatakan kesimpulan yang menurut keyakinan ilmiahnya adalah benar.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.berilmu.xyz/2017/11/pengertian-ilmu-alamiah-dasar-menurut-para-ahli.html
https://www.scribd.com/doc/88996435/Pengertian-Ilmu-Alamiah-Dasar
http://www.sentra-edukasi.com/2011/06/pengertian-dan-contoh-contoh-mitos-di.html
http://www.dosenpendidikan.com/penjelasan-legenda-beserta-ciri-jenis-dan-contohnya/
http://www.sumberpengertian.co/pengertian-legenda
http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-cerita-rakyat-beserta-ciri-jenis-dan-contohnya/
http://www.infosarjana.com/2015/03/epistimologi-cara-mendapatkan.html
http://okky125.blogspot.co.id/2012/06/bagaimana-manusia-begitu-mudah-menerima.html?view=mosaic
https://aliefsyahru.blogspot.co.id/2012/03/cara-manusia-untuk-memperoleh.html
http://sausanhanan.blogspot.co.id/2013/10/metode-ilmiahsikap-ilmiah-dan-langkah.html
http://nebychonita.blogspot.co.id/2016/04/metode-ilmiah-matematika-dan-ilmu.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar