Senin, 23 April 2018

Pengalaman ke planteraium

Berwisata ke planetarium.
Rabu 18 april 2018

Planetarium adalah gedung teater untuk memperagakan simulasi susunan bintang dan benda-benda langit. Di planetarium, penonton bisa belajar mengenai pergerakan benda-benda langit di malam hari dari berbagai tempat di bumi dan sejarah alam semesta. (Wikipedia)

Ini adalah kisah pengalamanku ke planetarium bersama teman-temanku. Sejujurnya ini kali pertama aku kesana. Awal mulanya kami janjian untuk ke planetarium setelah menyelesaikan lab faal. kami janjian untuk bertemu di stasiun duren kalibata. hari itu aku sedang menginap di apartment temanku. Setelah kami bertemu, kami langsung naik kereta tujuan cikini. Sampailah kami di stasiun cikini, awalnya kami ingin memesan grab untuk transportasi ke planetarium, tapi entah kenapa kami tidak jadi memesan grab dan memutuskan untuk berjalan kaki saja. Namun saat sedang asik berjalan dan bercanda, tiba-tiba hujan turun. Kami pun mempercepat langkah kami agar segera sampai ke tempat tujuan. Namun karena hujan semakin deras, kami pun berteduh. Saat diliat hujan sudah sedikit reda, kami memutuskan untuk berjalan lagi. Sejujurnya aku lelah karena menurutku ini sangat jauh jika kita berjalan, tapi karena berjalan bersama teman-teman, aku sedikit melupakan rasa lelahku. 

Sampailah kami di planetarium. Saat sampai, kami semua basah kuyup karena terkena hujan. Tidak ingin lama2, kami pun masuk ke dalam. Namun saat kami sampai, loket untuk membeli tiket belum dibuka jadi kami duduk sebentar. Tidak lama kemudian loket dibuka dan kami langsung mengantri untuk membeli tiket. Kami sempat khawatir tidak akan kebagian tiket karena kami mendapat pengumuman bahwa tiket yang dijual tidaklah banyak. Lalu saat itu juga banyak pengunjung yang datang. Tapi alhamdulillah ternyata kami beruntung. 

Skippppppp

Kami pun sudah masuk ke dalam studio planetarium. Sangat luas dan besar. Banyak kursi dan diatasnya dibuat melengkung dan ada alat proyektor planetarium ditengahnya. Kami pun langsung mencari tempat duduk. Setelah itu ada suara yang muncul, dia menjelaskan tentang apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan. Setelah itu lampu di padamkan dan dia mulai bercerita serja menjelaskan tentang planet-planet dll.

15 menit sebelum dimulainya pertunjukkan, pintu Teater Bintang di buka. Dan aku kebagian kursi agak di belakang. Di Planetarium ini, pengunjung bebas memilih duduk dimana. Dan ternyata kursi paling belakang menurutku adalah tempat yang paling strategis. Karena bisa melihat ‘langit’ seluas mungkin. Kalau duduk di depan, apabila mau melihat langit di belakang, agak susah karena harus nengok. Sedangkan jika duduk di belakang, kita bisa leluasa melihat langit depan atau samping.
15menit kemudian, lampu di dalam Teater Bintang dipadamkan. Gelap. Pengunjung seakan-akan diajak melihat langit Jakarta di malam hari. Taburan ‘bintang-bintang’ pun sangat berkilau. Benar-benar mirip sungguhan.

Aku berimajinasi bahwa aku sedang di atas gedung dan menatap langit yang terhampar luas. Tak berapa lama aku memandangi bintang-bintang itu, tiba-tiba banyak cahaya. Cahaya itu dari mana? Dari flash kamera pengunjung yang mengambil gambar bintang-bintang itu! Haduuuh… studio jadi agak terang dan bintang-bintangnya malah jadi tidak kelihatan dengan jelas! -_- Untungnya, kakak petugas Planetarium langsung mengumumkan bahwa dilarang menyalakan HP/kamera selama pertunjukkan berlangsung karena dapat mengganggu jalannya pertunjukkan.
Okeh, pengunjung langsung mematikan kamera dan hpnya. Dan pertunjukkan pun dimulai.

Yippiieee~~

Semua pengunjung duduk di kursi yang seakan-akan berada di dalam pesawat ruang angkasa (roket kali ya maksudnya) Kata kakaknya, kita diajak begadang (karena suasananya full dengan suasana malam hari)

Pertunjukkan yang berdurasi kurang lebih 60 menit ini menjelaskan tentang antariksa. Aku sangat menikmatinya. Kita di ajak melihat ‘langit Jakarta’ yang bersih dan penuh dengan taburan bintang di langit. Kata Kakak Pemandu, saat ini kita akan sulit melihat bintang di langit malam Jakarta karena banyaknya polusi udara dan polusi cahaya sehingga langit Jakarta sudah tidak murni lagi. Namun kita bisa melihat taburan bintang itu di pinggiran Jakarta misalnya di kepulauan Seribu.

Setelah menatap langit Jakarta dengan ribuan bintangnya, penonton di ajak ‘naik’ ke luar angkasa ! Pengunjung di ajak melihat bumi dari atas dengan jarak milyaran kilometer. WOW ! Ini dia yang aku impi-impikan. Melihat bumi dari atas ! Sepertinya ini sangat cocok untuk mereka yang penasaran dengan keadaan luar angkasa tanpa harus menghabiskan banyak uang untuk ke luar angkasa sungguhan. Dengan duduk manis, kita bisa benar-benar ‘merasa’ melihat bintang-bintang, bulan, planet, bahkan Galaksi lebih dekat seperti sungguhan.  Suasananya begitu hidup. Di sini juga diterangkan tentang Rasi Bintang dan bintang Zodiak. Menarik Sekali kan ? 

Setelah itu, kami pun keluar dari teater. Kami memutuskan untuk melihat koleksi-koleksi yang ada di planetarium. Yang sangat menarik perhatian adalah, saat kami masuk ke ruangan yang isinya adalah gambar-gambar seperti zodiak-zodiak. Lalu kami berfoto-foto disana, setelah selesai kami memutuskan untuk makan di salah satu kantin yang ada disana. Setelah selesai, kami pun bergegas pulang karena sudah sore sekali. Kami pun memesan grab tujuan stasiun cikini, lalu naik kereta bersama. Namun kami berpisah di stasiun duren kalibata lagi. Karena tujuan kami beda-beda, ada yang ke bogor dan ada yang berhenti di stasiun pondok cina. 

Sekian dari pengalamanku, sangat menyenangkan dan menambah pengetahuan!!^~^ 

IMG_2637.jpeg
IMG_2648.jpeg
IMG_2656.jpeg
IMG_2802.jpeg
IMG_2804.jpeg

IMG_2803.jpeg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar